Arsip Bulanan: Agustus 2011
Mengapa Pria dan Wanita Bisa Saling Jatuh Cinta
Orang jatuh cinta adalah perasaan terdalam dan membuat hati termenung “Mengapa aku bahagia bersama dia”. Pada artikel cinta ini saya sedang tidak berbicara kesalahan cinta yang harus dihindari, Tapi adalah lebih menekankan kenapa kita jatuh cinta. Mengapa pria jatuh cinta dan mengapa wanita jatuh cinta.
Sedangkan…
Makanan yang Sesuai dengan Golongan Darah
Diet sesuai golongan darah bisa mengembalikan ritme alami tubuh Anda. Anda bisa mengikuti diet yang telah secara ilmiah disusun sesuai dengan profil seluler tubuh Anda. Setiap kelompok makanan dibagi menjadi 3 kategori yaitu, makanan yang sangat bermanfaat (makanan yang berperan sebagai obat), makanan yang diijinkan (makanan yang tidak membahayakan bagi jenis golongan darah), dan makanan yang harus dihindari (makanan yang bertindak sebagai racun).-
Golongan Darah O
– Sistem kekebalannya berlebihan.
– Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat, seperti daging, buah, ikan, sayuran.
– Respon yang baik atas stres bisa ditanggapi dengan aktivitas fisik.
– Memiliki risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan kerusakan organ seperti arthritis bila makanan yang diasup tidak sesuai.
Masalah yang dihadapi : Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang danbelakang, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )
Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )
Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras
-
Golongan Darah A
– Jalur pencernaan cukup sensitif.
– Dianjurkan menjadi vegetarian atau makan tinggi karbohidrat dan rendah lemak.
– Stres biasanya bisa diatasi lewat meditasi.
– Sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat tipe O.
Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).
Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)
Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.
-
Golongan Darah B
– Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi dari semua tipe darah termasuk di dalamnya daging.
– Tipe darah ini sangat cocok dengan asupan produk susu.
– Dianjurkan juga menjalani latihan gerak seperti renang dan jalan kaki.
– Bila makanan yang diasup tidak sesuai dengan tipe ini, diduga risiko terkena virus yang bisa menyerang sistem saraf sangat tinggi.
– Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
– Bila seseorang bertipe ini stres, akan sangat cocok bila diatasi dengan melakukan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas.
– Tipe darah ini adalah tipe yang paling seimbang.
Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)
Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.
-
Golongan Darah AB
– Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.
– Sistem kekebalan tubuh sangatlah toleran.
– Respon yang paling baik terhadap stres biasanya dengan melakukan kegiatan spiritual dibarengi dengan aktivitas fisik dan kreativitas.
– Masih dalam tahap evolusi.
– Paling mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan bentuk diet.
– Bentuk gabungan dari tipe A dan B.
Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta,
Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol.
Hormon Pengaruhi Penampilan Wanita
Estrogen mempengaruhi wanita di usia yang lebih belia.
Saat ini banyak remaja di dunia usia belia berpenampilan tidak sesuai usia mereka. Mereka berdandan layaknya wanita dewasa di usia yang baru belasan tahun.
Sering kali hal ini membuat orang tua khawatir akan perkembangan mereka. Apalagi, perkembangan informasi dapat dengan mudah memengaruhi mereka.
Namun, tahukah Anda ada faktor hormonal yang dapat menjelaskan fenomena ini. Menurut sebuah penelitian terbaru, ketika berovulasi wanita cenderung ingin berpenampilan menarik.
Jika Anda memiliki anak remaja putri, Anda akan mengetahui seberapa sulitnya mengatur cara berpakaian mereka agar terlihat sopan dan sesuai usia mereka.
Dalam buku ‘The Female Brain’ yang ditulis oleh Louann Brizendine, M.D., diketahui bahwa lonjakan estrogen menyebabkan penampilan wanita muda ditujukan untuk menarik perhatian pria. Hormon juga dapat mendorong mereka memerhatikan penampilan mereka sehingga mereka terdorong untuk berdandan, bertingkah seperti yang paling gaul dan stylish, atau bahkan bertingkah layaknya film Mean Girls.
“Hormon yang memengaruhi respon mereka terhadap stres sosial akan melonjak tinggi sehingga mereka akan lebih sering bereksperimen pada penampilan dan terlihat lebih sering memandangi pantulan diri mereka pada cermin,” ujarnya, dikutip dari YouBeauty.com.
Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa wanita yang sedang berovulasi cenderung menggunakan pakaian yang lebih menarik. Menurut Sarah Hill, Ph.D., professor psikologi dari Universitas Texas Christian, mereka akan lebih banyak menghabiskan uang mereka untuk pakaian dan aksesoris seksi seperti blouse ketat, atau high heels. “Mereka bahkan menghabiskan lebih banyak waktu berdandan di depan cermin,” ia menambahkan.
Sebuah penelitian di tahun 2006 yang meneliti terkait hormon dan perilaku menemukan bahwa wanita akan memakai pakaian yang lebih feminin selama ovulasi.
Untuk wanita dewasa yang hampir menginjak masa menopause, tingkat estrogen dan testosteron melonjak sebelum terjadinya ovulasi, sedangkan remaja terlihat lebih konstan. Jika wanita dewasa merasa bergairah sebulan sekali, remaja akan merasakannya sepanjang waktu.
Tidak hanya itu, persaingan antar wanita pun secara tidak langsung membuat mereka lebih banyak berdandan. Sebuah studi mengatakan bahwa selama ovulasi, mahasiswi berpikir banyak mahasiswi menarik lainnya di kampus yang mengakibatkan mereka lebih meningkatkan penampilan.
Hormon memang berpengaruh banyak, tetapi penampilan dewasa pada remaja juga dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan diri yang mereka miliki.
Penelitian yang dilakukan oleh Sarah Hill menunjukkan bahwa kepercayaan diri wanita menurun selama ovulasi. Sarah Hill juga mengungkapkan bahwa semakin besar penurunan tingkat kepercayaan diri seseorang, maka akan semakin besar juga fokus mereka terhadap peningkatan penampilan.
Penurunan kepercayaan diri dikombinasikan dengan dorongan hormon seks akan membuat penampilan mereka jauh lebih dewasa dari usia mereka. “Wanita cenderung merasa kurang puas akan diri mereka sendiri sehingga mereka lebih berusaha menarik perhatian lawan jenis dengan cara berdandan berlebihan,” ujarnya.
hmm,, fenomena ini mirip kayak beberapa artis d indo ya… anak cewek masih belasan taun tapi dandanan udah kayak wanita dewasa. pipi banyak d dempul, life style berlebihan dll. ada juga yang wanita dewasa tapi baby face, dandanannya sederhana pula (ct: kakak aku yg ce,,hehe) jadi keliatan kya anak skolahan… ckckckck. anyway maaf ya kalau ada yg tersinggung. artikel ini cuma sharing informasi aja ko. dan inilah fakta yg ada… hehe,,
source : vivanews.com














