Arsip Blog
CINTA : Niat MARRIED? Rieview Dulu Beberapa Hal Ini.
Apa sih alasan sepasang laki-laki dan perempuan untuk menikah? Apakah karena mereka saling mencintai? Jangan dengan gampang berkata “I do” di atas altar karena janji pernikahan adalah satu janji yang akan merubah seluruh hidupmu. Go back one step.
Beberapa pertanyaan berikut adalah pertanyaan yang akan membantu kamu untuk mengevaluasi tahap hubunganmu dan pasangan. Pertanyaan-pertanyaan ini wajib kamu jawab dengan mantap sebelum kamu dengan yakin menetapkan hati untuk menikah.
Tanyakan pada diri kamu:
1. Why this person?
Pikirkanlah apa alasan spesifik yang membuat kamu yakin bahwa pasangan kamu adalah orang yang tepat untuk kamu. Jawaban seperti karena dia baik, dia sayang sama kamu, mungkin wajar. Tetapi kurang spesifik karena umumnya semua orang yang sedang pacaran akan berlaku seperti itu.
Coba pikirkan apa yang berbeda dari pasangan, sehingga kamu tidak akan sama tanpa dia di sisi kamu. Apakah dia sosok yang tepat dengan kamu sehingga kalian berdua membentuk satu sinergi yang positif? Apakah kalian sepadan dalam sisi prinsip tetapi saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing? Apakah kedua sisi keluarga dan sahabat terdekat mendukung hubungan kalian?
2. Sudahkah kamu mengetahui dan menerima perbedaan yang ada?
You may have great similarities, tetapi satu saja perbedaan yang sifatnya mendasar dapat merusak hubungan kalian. Karena itu, coba teliti apa saja hal-hal yang selama ini memicu pertengkaran di antara kalian. Apakah perbedaan-perbedaan tersebut selama ini dapat diselesaikan dengan tuntas ataukah masalah hanya dikubur demi menghindari pertengkaran tanpa solusi yang jelas? Waspadalah karena hal ini seperti bom waktu yang bisa sewaktu-waktu meledak di kemudian hari.
Juga, jangan berharap bahwa pasangan akan berubah. Tidak. Semua orang lahir dengan karakter dan personality masing-masing yang harus bisa kita terima baik dan buruknya. Apabila pasangan kemudian berubah menjadi lebih baik, itu adalah suatu bonus dan bukanlah suatu yang kita tuntut dari pasangan.
3. Sudahkah kalian jujur dan terbuka dalam segala aspek?
Kejujuran dan keterbukaan dalam segala aspek amatlah penting. Contohnya, kehidupan seks kamu di masa lalu sampai masalah keuangan, keluarga, dan kesehatan. Kenapa hal ini penting untuk dibuka? Karena lebih baik untuk tahu dari sekarang dan bisa menerimanya daripada baru mengetahui di kemudian hari dan tidak bisa menerimanya.
Banyak pasangan tidak mau terbuka soal keuangan di masa pacaran/pertunangan, akibatnya memiliki perbedaan ekspektasi standard of living di masa pernikahan. Kesehatan juga penting karena kamu tidak ingin menikah lalu mengetahui fakta bahwa pasangan tidak dapat mempunyai keturunan. Semua hal ini harus diketahui sekarang, sebelum kamu memutuskan untuk menikah.
4. Apakah kalian satu visi dalam kehidupan berkeluarga?
Coba share dengan pasangan apa impian kamu tentang keluarga yang ideal. Seperti apa role dari suami, maupun istri. Apakah pasangan ingin mempunyai anak? Dan bila jawabannya iya, ingin memiliki berapa anak? Apakah seorang istri bekerja atau tinggal di rumah mengurus rumah tangga, dan sebagainya. Segala hal ini sebaiknya dibahas sekarang untuk menyamakan persepsi.
Banyak orang beranggapan bahwa pernikahan atas dasar cinta can conquer all. Tetapi menurut banyak ahli pernikahan, buku-buku dan hasil perbincangan dengan pasangan-pasangan yang sudah melewati asam garam pernikahan, love is not enough to survive marriage. Selain cinta, semua pasangan harus mempunyai dasar hubungan yang kuat untuk bertahan melewati badai dalam pernikahan. Dan, ke empat hal di atas adalah empat pilar yang akan menjadi foundation untuk mempersiapkan setiap pasangan masuk ke dalam hubungan pernikahan.
Bagaimana menurut kamu? Bagi kamu yang masih berpacaran, atau kamu sudah menikah dan berkeluarga, tentunya kamu punya pandangan yang bisa dibagikan di sini. Let’s share!
source :http://www.fimela.com/read/2011/07/15/tentang-cinta-niat-married-review-dulu-beberapa-hal-ini
Created by. 피기 사랑해 Nieza
Pasangan Serasi
Kadang, kita iri melihat ada pasangan serasi yang begitu kompak di depan umum; dan berkhayal mampukah kita dan pasangan kita berlaku sama dengan pasangan tersebut. Akan tetapi, kadang, yang kita lakukan justru menuntut pasangan untuk mengejar pandangan orang lain bahwa Anda dan pasangan adalah pasangan terserasi di dunia.
Ada dua tips untuk menciptakan keserasian hubungan.
1. Menjadi Diri Sendiri
Kadang, kita menyuruh pasangan untuk tampil modis, tidak kekanak-kanakan, elegan, dan sebagainya. Kita tidak sadar bahwa tindakan ini secara tidak langsung menyayat hati pasangan.
Ia menganggap kita menyetir hidupnya dan hendak mengubahnya menjadi sosok asing. Ia bisa beranggapan bahwa selama ini kita tdak mencintainya, kita hanya memeralatnya menjadi “orang yang kita sukai” tanpa kita berusaha menjadi sosok yang dicintainya juga.
Inilah poin pentingnya. Dengan menuntut banyak hal, sebenarnya kita tidak menghargai diri pasangan. Bahkan, kita sebenarnya juga tidak menjadi diri sendiri. Kita menjadi diri yang dituntut oleh konsep berpikir umum bahwa pasangan serasi harus begini dan begitu.
Buatlah pasangan Anda nyaman menjadi dirinya sendiri, menunjukkan cinta dengan caranya sendiri, dan buatlah Anda juga demikian. Tak perlu waktu lama, Anda akan menyadari bahwa Anda dan pasangan bisa tampil serasi tanpa perlu memerhatikan pandangan umum.
2. Tidak Mencari Kesempurnaan
Ada seorang laki-laki sempurna. Ia menolak semua lamaran perempuan karena ia mencari perempuan yang serupa dengan dirinya. Lalu, ketika ia menemukan perempuan sempurna, ia melamar perempuan tadi. Akan tetapi, apa yang terjadi?
Perempuan tadi berkata, “kau mencari perempuan sempurna, demikian juga aku. Bagiku, kau bukan lelaki sempurna”.
Kadang, kita menuntut kekasih harus melakukan hal-hal sempurna. Ia tidak boleh marah ketika kita marah, ia tidak boleh menangis ketika kita membentak, atau ia tidak boleh bermanja-manja di depan umum. Hal-hal ini jelas menyiksa pasangan. Apalagi jika kita memerlakukan hal sebaliknya. Kita bisa marah ketika marah, tapi tidak menoleransi jika pasangan berbuat sama.
Bagaimana pun, pasangan kita adalah manusia, bukan robot. Jangan mencari kesempurnaan jika Anda tidak bisa sempurna. Bukankah hubungan akan lebih serasi jika masing-masing saling menutupi kekurangan, atau menganggapnya tak penting?
Jodoh atau tidaknya pasangan bisa dilihat dari hal ini. Orang yang tidak berjodoh akan selalu mencari kesalahan untuk “menghukum” pasangan. Sebaliknya, mereka yang berjodoh akan mencari kebaikan-kebaikan pasangan dan bersyukur dengan sikap yang apa adanya.
ps : Jodoh, rezeki smuanya di tangan Tuhan(Allah). mintalah yg terbaik menurut tuhan dgn minta ridho-Nya.
Created by. 피기 사랑해 Nieza
32 Dosa Suami
32 Dosa Suami:
1. Lalai Berbakti kepada orang tua setelah menikah
2. Kurang serius dalam mengharmonisasikan antara isteri dan org tua
3. Ragu dan buruk sangka kepada isteri
4. Kurang memiliki sikap cemburu terhadap isteri
5. Meremehkan kedudukan isteri
6. Melepaskan kendali kepemimpinan & menyerahkannya kepada isteri
7. Memakan Harta isteri secara batil
8. Kurang semangat dalam mengajari isteri ajaran-ajaran agamanya
9. Bersikap pelit terhadap isteri
10. Datang secara tiba-tiba setelah lama pergi
11. Banyak mencela dan mengkritik isteri
12. Kurang berterima kasih dan memotivasi isteri
13. Banyak bersengketa dengan isteri
14. Lama memutus hubungan & meninggalkan isteri tanpa sebab yg jelas
15. Sering berada di luar rumah & jarang meluangkan masa dengan keluarga
16. Interaksi yg buruk dengan isteri
17. Tidak menganggap penting berdandan untuk isteri
18. Kurang perhatian terhadap Doa yang dituntut ketika menggauli isteri
19. Kurang memperhatikan Etika, Hikmah dan Hukum hubungan badan
20. Menyebarkan rahasia ranjang
21. Tidak mengetahui kondisi biologis perempuan
22. Menggauli isteri ketika haid
23. Menggauli isteri pada duburnya
24. Memukul isteri tanpa alasan
25. Kesalahan tujuan poligami
26. Tidak bersikap Adil antara beberapa isteri
27. Terburu-buru dalam urusan Talak
28. Tidak mau mentalak, padahal sudah tidak mungkin ada perbaikan & keserasian
29. Mencela isteri setelah berpisah dengannya
30. Menelantarkan anak-anak setelah mentalak isteri
31. Kurang setia terhadap isteri
32. Kurang puas dan selalu melirik perempuan lain
source : http://toko-muslim.com/buku-32-dosa-suami/
Created by. 피기 사랑해 Nieza
















