10 Cara Lebih Perhatian

Perhatian  adalah bentuk ungkapan sayang dan cinta. Perhatian seringkali tak dilakukan karena berbagai alasan, misalnya sibuk mencapai tujuan pribadi, tidak fokus, atau egois. Padahal dengan meningkatkan perhatian, malah bisa produktif sehingga tujuan hidup lebih mudah tercapai dan bisa lebih menikmati hidup. Berada di setiap momen kehidupan bersama pasangan hidup atau anggota keluarga adalah salah satu jalan mendapatkan kehidupan yang penuh. Biar bisa perhatian penuh pada momen kini, perlu latihan dan kesabaran, di antaranya:

1. Lakukan bertahap. Lakukan pekerjaan satu per satu (single-task), jangan borongan (multi-task). Ketika makan, menyetir mobil, atau mandi, lakukan saja hal berikut jangan sambil BB-an. Pepatah Zen bilang, “Ketika makan ya makan. Ketika jalan ya jalan”.

2. Lakukan perlahan dan cermat. Lakukan pekerjaan dengan penuh pertimbangan, tidak perlu terburu-buru, atau bekerja serampangan. Fokus pada tugas atau target.

3. Lakukan sedikit. Jika melakukan pekerjaan sedikit, maka pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu yang aman dan konsentrasi penuh, sehingga tugas selesai sempurna. Jika terlalu banyak beban pekerjaan, pekerjaan akan dikerjakan dengan tergesa-gesa tanpa bisa berpikir jernih. Coba latih untuk memilih pekerjaan berdasarkan prioritas dan mulailah mengatur beban pekerjaan agar tidak selalu dalam keadaan ‘tergopoh-gopoh’.

4. Lakukan rehat di antara kesibukan. Atur skejul dengan apik agar selalu mempunyai waktu untuk rehat sejenak di antara tugas-tugas, untuk menjernihkan pikiran, mengendurkan otot yang kaku, agar siap masuk ke tugas berikutnya.

5. Sisihkan lima menit untuk diam. Cukup duduk diam dalam keheningan. Biar pikiran waspada dan jernih. Fokus pada pernafasan. Perhatikan sekeliling. Nyamankan diri dengan berdiam diri dalam suasanana hening, dunia akan terasa nyaman.

6. Berhenti mengkuatirkan masa depan, fokus saat ini. Hati-hati dengan apa yang dipikirkan. Masih mengkuatirkan masa depan? Kenali gejala ketika terlalu cemas dengan masa depan, berlatihlah untuk kembali pada saat ini. Fokus saja pada apa yang dikerjakan saat ini. Nikmati momen saat ini.

7. Ketika berbicara pada seseorang, fokus. Berapa banyak dari kita menghabiskan waktu bersama seseorang tetapi pikiran melayang-layang? Atau berpikir apa yang akan dibicarakan kemudian daripada benar-benar mendengarkan mereka? Mulai sekarang, berlatihlah untuk fokus pada momen kini, benar-benar mendengarkan mereka, dan benar-benar menikmati waktu bersama mereka.

8. Makan perlahan, hargai makanan. Jika makan tergesa-gesa, perut akan terasa tidak enak dan kaku. Lalu di mana nikmatnya makan? Nikmati makanan di setiap gigitan, hasilnya, makanan akan dicerna lebih baik dan keuntungan lainnya? Lebih cepat kenyang sehingga porsi makanan yang disantap menjadi lebih sedikit.

9. Hidup tenang, nikmati kehidupan. Lakukan kegiatan rutin harian dengan tenang, nikmati setiap momennya. Tak perlu terburu-buru untuk menghabiskan waktu dalam mengerjakan sesuatu. Selalu terburu-buru membuat pikiran tidak tenang sehingga tidak dapat berpikir jernih. Sebaliknya pikiran jernih karena tenang akan membuat kita menghargai setiap waktu yang diberikan SANG PENCIPTA.

10. Jadikan beberes dan memasak sebagai salah satu sarana bermeditasi. Beberes dan memasak seringkali dianggap pekerjaan yang bikin repot. Padahal kedua jenis pekerjaan rutin rumahan ini bisa menjadi cara untuk berlatih memberi perhatian dan bisa menjadi ritual kehidupan yang menyenangkan. Latih pikiran untuk menyelesaikan kedua jenis pekerjaan ini dengan cara konsentrasi penuh, lakukan dengan suka cita dan tidak tergesa-gesa. Bila rumah ditinggal pergi sudah bersih, makanan sudah siap, sehingga pulang kembali ke rumah, bisa langsung beristirahat atau makan dengan tenang.

Perhatian pada momen kekinian memang perlu latihan dan kesabaran. Ingat saja semua hal di dunia ini akan berputar dan terjadi berurutan seperti laiknya siang dan malam. Jadi tak ada yang perlu dikuatirkan, semua tahapan kehidupan sudah ada yang mengaturnya. Pikiran tenang menunjukkan kondisi ketentraman batin, bukan?

Posted on Desember 4, 2011, in LIFESTYLE and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • %d blogger menyukai ini: